JAMUR TIRAM
(MIE JAMUR TIRAM)
NAMA
SARFIN
FAKULTAS EKONOMI DAN
BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR 2013
Laju pertumbuhan usaha
kecil dan menengah (UKM) di Indonesia belakangan ini memang cukup pesat.
Hal ini tentunya memberikan dampak yang sangat positif bagi perkembangan
ekonomi Indonesia pada umumnya. Sebab, tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan UKM
mampu mendongkrak dan mempercepat pertumbuhan perekonomian di negara kita
serta menyerap jumlah tenaga kerja sehingga mengurangi kasus pengangguran di
Indonesia.
Meskipun sampai hari
ini masih banyak para pelaku UKM yang mengalami beberapa kendala usaha, seperti
permasalahan modal, promosi, jaringan bisnis, dan lain sebagainya. Namun pada
dasarnya UKM merupakan salah satu kegiatan industri yang tahan banting dan
tidak terpengaruh adanya krisis global yang beberapa waktu lalu sempat
menumbangkan beberapa perusahaan besar di sekitar kita. Bukti inilah yang
menjadi motivator bagi sebagian masyarakat sehingga akhirnya mereka memilih
peluang usaha kecil dan menengah sebagai alternatif tepat untuk mendatangkan
untung besar setiap bulannya.
Oleh karena itu, untuk
memanfaatkan peluang di atas, kami
merencanakan sebuah bisnis mie yang mungkin memiliki potensi dan prospek jangka
panjang. Adapun perencanaan bisnis kami adalah MIE JAMUR TIRAM.
ANALISIS KEKUATAN DAN KELEMAHAN
Kekuatan
1. Bahan baku mudah di dapatkan
2. peluang pasar yang luas
Kelemahan
1. Produk yang di hasilkan hanya dapat
bertahan selama 24 jam
PEMASARAN
Target pasar : rumah makan, penjual bakso, dan keluarga
rumah tangga
Promosi : menggunakan media onlain
BAHAN BAKU DAN
ALAT/PERLENGKAPAN
1. Terigu
2. Garam
3. Air
4. Jamur tiram
kering
5. Telur
6. Blender
7. Mesin
penggiling mie
8. Bahan bakar
ANALISIS
EKONOMI
Asumsi
- Produksi 100 porsi sehari
- Proses produksi dilakukan di rumah, tanpa menyewa tempat usaha
- tanpa biaya penjualan/promosi
- tanpa biaya tenaga kerja, karena di kerjakan oleh anggota
proyeksi biaya
No
|
Alat / perlengkapan
|
Harga
|
1
|
Blender
|
Rp. 250.000.00
|
2
|
Mesin penggiling mie
|
Rp. 250.000.00
|
3
|
Bahan bakar
|
Rp. 25.000.00
|
Total
|
Rp. 525.000.00
|
|
No
|
Bahan baku
per hari
|
Harga
|
1
|
Terigu
|
Rp. 28.000.00 / 4 kg
|
2
|
Garam
|
Rp. 3.500.00 / 1 kg
|
3
|
air
|
Rp. 4.000.00 / 1 galon
|
4
|
Jamur tiram
|
Rp.120.000.00 / 4 kg
|
5
|
Telur
|
Rp.25.000.00 / 1 rak
|
6
|
Biaya lain-lain
|
Rp. 30.000.00 / hari
|
Total
|
Rp. 209.500.00
|
|
Jadi seluruh biaya yang di butuhkan adalah: Rp. 525.000.00
+ Rp.209.500/hari = Rp. 734.000.00
Omset per hari
Penjualan mie jamur tiram: Rp. 7000.00 x 100 porsi = Rp. 700.000. per hari
Laba bersih perhari : RP. 700.000.00 - Rp. 209.500.00 = Rp.
490.500.00
0 komentar:
Post a Comment